Monday, 5 September 2016
INFO PENTING TENTANG BISNIS SAMPINGAN ^
Assalamualaikum teman-temn kali ini saya mau ngasih ini info mnarik baca sampai bawah yah !!
pertama kalian Mahasiswa, Pengangguran dan sudah kerja tapi gaji anda sedikit, nah inilah saatnya, kalian memulai bisnis travel.
keuntungan manjadi agen travel di tempat kami ialah
1. Nama Travel tentuin sendiri suka hati anda nentuain namanya
2. Daftar langsung bisa jualan
3. Dapat jual tiket dalam dan luar negri
4. Tiket kereta API juga bisa dijual
5. Berlaku seumur hidup
6. Tanpa target penjualan
7. Tanpa ada setoran tiap bulannya bebas
8. Keuntungan yang melimpah
Nah mudahkan, setelah mendaftar tenang aja akan di ajarin smpai bisa, dpat buku ptunjuk penjualan, dan vidio cara mudah menjual tiketnya. tunggu apalagi!! mari bergabung dan jangan sampai terkena sindrom travel ya.
untuk info lebih lanjut tuh lihat diatas . dibrosurnya !!
dan kalau anda ragu silahkan dikunjungi Instagram Testimonial kami di.
Travel.cancu ok.
Wednesday, 4 May 2016
Hasil Diskusi ANTIKANKER
Laporan lagi untuk teman-teman farmasi.
sebenarnya laporan ini sudah lama sih tapi karna lagi sibuk kuliah ngak sempat di uplod nah berhubungan lab udah pada banyak yang kelarjadi admin kasih lagi nih.
HASIL DISKUSI
Menurut buku Patofisiologi Konsep Klinis, Proses
– Proses Penyakit : 151
sebenarnya laporan ini sudah lama sih tapi karna lagi sibuk kuliah ngak sempat di uplod nah berhubungan lab udah pada banyak yang kelarjadi admin kasih lagi nih.
HASIL DISKUSI
1. Jelaskan
pengertian dari kanker dan tumor, dan apa sifat umum dari kanker ?
Jawab:
a. Kanker
·
Menurut buku Obat - Obat Penting :
208
Kanker
atau karsinoma (Yun.karkinos = kepiting) adalah pembentukan jaringan baru yang
abnormal dan bersifat ganas (maligne).
·
Menurut buku Farmakologi dan
Terapi : 732
Kanker
ialah suatu penyakit sel dengan cirri gangguan atau kegagalan mekanisme
pengatur multiplikasi dan fungsi homeostatis lainnya pada organisme
multiseluler.
·
Menurut buku Farmakologi Dasar dan Klinik :1073
Kanker
adalah suatu penyakit yang ditandai oleh hilangnya mekanisme control normal
yang mengatur kesintasan, proliferasi, dan diferensiasi sel.
b. Tumor
·
Menurut buku obat-obat penting
halaman 208:
Akibatnya
pembengkakan atau benjolan yang disebut tumor atau neoplasma (Lat. neo= baru,
plasma=bentukan).
·
Menurut buku Saku Patofisiologi : 66
Kanker adalah pertumbuhan sel abnormal yang
cenderung menyerang jaringan di sekitarnya dan menyebar ke organ tubuh lain
yang letaknya jauh. Kanker terjadi karena proliferasi sel tak terkontrol yang
terjadi tanpa batas dan tanpa tujuan bagi pejamu.
Sifat
umum kanker
·
Menurut buku Farmakologi dan
Terapi : 732
Sifat umum dari kanker ialah
sebagai berikut:
1. Pertumbuhan
berlebihan umumnya berbentuk tumor,
2. Gangguan
diferensiasi sel dari sel dan jaringan sehingga mirip jaringan mudigah
3. Bersifat
invasive, mampu tumbuh dijaringan sekitarnya (perbedaan pokok dengan jaringan
normal),
4. Bersifat
metastatic, menyebar ke tempat lain dan menyebabkan pertumbuhan baru,
5. Memiliki
hereditas bawaan (acquired heredity) yaitu turunan sel kanker juga dapat
menimbulkan kanker, dan
6. Pergeseran
metabolism kea rah pembentukan makromolekul dari nukleosida dan asam amino
serta peningkatan katabolisme karbohidrat untuk energy sel.
KESIMPULAN:
Pengertian
“Kanker
adalah pembelahan atau pertumbuhan sel yang abnormal juga dapat meyerang
jaringan disekitarnya yang disebabkan hilangnya mekanisme control normal yang
mengatur kesintasan, proliferasi, dan diferensiasi sel..”
Perbedaan
“Perbedaan dari kanker dan
tumor yaitu kanker memiliki sifat menginvasi jaringan disekitarnya selain itu
kanker juga tidak dapat terkontrol pembelahannya sehingga dapat mempercepat
pertumbuhan sel – sel kanker baru, sedangkan tumor terbagi dua yaitu neoplasma
jinak dan neoplasma ganas, sebelum terjadinya neoplasma jinak dan ganas sel
terlebih dahulu mendapatkan agen perusak seperti, radiasi, virus, dan agen
kimia. Neoplasma jinak dapat dikendalikan atau dapat dihilangkan karena
sifatnya yang local dan tidak terlalu cepat pembelahannya sedangkan neoplasma
ganas adalah cikal bakal terbentuknya sel kanker dikarenakan tidak berfungsinya
agen-agen pengatur seperti poptosis dan lain sebagainya yang akan menyebabkan
tidak terkontrolnya neoplasma sehingga membentuk neoplasma ganas.”
Sifat umum kanker
Sifat umum dari kanker ialah
sebagai berikut:
1. Pertumbuhan
berlebihan umumnya berbentuk tumor,
2. Gangguan
diferensiasi sel dari sel dan jaringan sehingga mirip jaringan mudigah
3. Bersifat
invasive, mampu tumbuh dijaringan sekitarnya (perbedaan pokok dengan jaringan
normal),
4. Bersifat
metastatic, menyebar ke tempat lain dan menyebabkan pertumbuhan baru,
5. Memiliki
hereditas bawaan (acquired heredity) yaitu turunan sel kanker juga dapat
menimbulkan kanker, dan
6. Pergeseran
metabolism kea rah pembentukan makromolekul dari nukleosida dan asam amino
serta peningkatan katabolisme karbohidrat untuk energi sel.
2. Jelaskan
siklus sel normal !
Jawab:
·
Menurut buku Farmakologi dan
Terapi : 736
KESIMPULAN:
“Siklus sel normal sebenarnya
berputar-putar yakni dimulai dengan fase 0 sebenarnya fase 0 ini biasanya
disebut dengan fase istirahat, dikarenakan fase 0 adalah fase yang berada
setelah fase mitosis pembelahan sel dari fase 0 lanjut ke fase pascamitosis
adlaah fase dimana semua akan dimulai ulang dari awal lagi, fase mitosis akan
berlanjut ke fase sintesis sebelum masuk ke dlaam fase sintesis terlebih dahulu
dilakukan checkpoint pertama dimana kelangkapan sebelum disentesisnya dicek
semua, pramitosis adalah fase setelah fase sisntesis, fase ini disebut pra
segala kebutuhan untuk membuat sel baru disiapkan disini setelah semuanya siap
maka dilakukan pengecekan kedua atau disebut checkpoint kedua disini semua
kelengkapan dari penyusun sel dicek dan akan dipilah mana yang bias dan tidak
bias setelah itu masuklah ke fase mitosis atau fase pembelahan sel yang akan
mengahasilkan sel baru atau membelah menjadi dua sel baru. .”
3. Jelaskan siklus sel normal menjadi sel kanker !
Jawab:
·
SEL NORMAL
|
KESIMPULAN:
Mulanya sel normal biasa saja tidak terjadi
perubahan tetapi seiring terjadinya pengrusakan oleh agen perusak yakni,
pengeruh agen kimia, radiasi, dan virus terkadang juga ada yang mengatakan
hormone yang berlebihan juga dapat mempengaruhi, selnormal akan mengalami
kerusakan dan ketika sel rusak terjadi respon untuk diperbaiki namun etika sel
rusak tadi tidak dapat diperbaiki nah inilah fase awal yang akan menyebabkan
berkembangnnya sel kanker, kerusakan pada sel jelas juga merusak DNA yang ada
didalamnnya sehingga ketika DNA dalam sel rusak maka terjadilah mutasi dalam
genom sel somatic dimana ketika
terjadinya mutasi gen akan menyebabkan 3 kejadian yakni, onkogen akan aktif dan
dimana fungsi dari onkagen ini ialah untuk mempercepat proses pertumbuhan sel,
sehingga ketika onkogen ini diaktifkan maka otomatis sel kanker yang tadi akan
di push perkembangannya sehingga cepat membelah dan tak terkendali, kejadian
kedua yakni, mengganti sel yang mengatur seperti apoptosis pengatur ketika
fungsi dari apoptosis ini diganti maka akan menyebabkan terjadinya ketidak
beradaannya apoptosis atau pengatur yang akan membunuh sel secara terprogram
ketika sel tersebut rusak tau telah terinfeksi, ketika apoptosis digantikan
fungsinya maka sel kanker akan cepat berkembang dikarenakan tidak adanya
pengatur pembelahan sel tadi yaitu apoptosis. Dan terakhir kejadian ketiga
yakni, menonaktfikan gen supresor kanker, dimana ketika gen supresor kanker
diaktifkan artinya pembelahn sel kanker akan ditunjang oleh aktifnya gen
supresor kanker. Setelah itu terjadilah Perluasan salinan, Mutasi tambahan (progresif), Heterogeniti yang akan menimbulkan
neoplasma ganas atau cikal bakalnya sel kanker.
4. Jelaskan
mekanisme kerja dari penggolongan obat antimetabolit, antibiotik dan agen
alkilasi !
Jawab:
·
Menurut buku Farmakologi Ulasan
Bergambar : 550 – 563
A. Antimetabolit
Antimetabolit terkait secara
struktural dengan senyawa normal yang
ada dalam sel . Antimetabolit umumnya mengangganggu availabilitas prekusor nukleotida purin atau pirimidin normal,
entah dengan menghambat sintesisnya atau berkompotisi dengan prekusor tersebut dalam sintesis DNA atau RNA
efek sitotoksik maksimal lainya berada dalam spesifik –fase –S ( sehingga
spesifik siklus- sel).
a. Methotrexate
Mekanisme kerjanya: Folid acid yang di peroleh dari sumber makan
atau yang di hasilkan oleh flora usus.Folid acid mengalami reduksi menjadi
bentuk tetrahydrofolate melalui suatu reaksi yang di katalisasi oleh DHFR tergantung-
fosfat dinukleotia nikotinamida –
adenine intra seluler.Inhibisi DHFR hanya dapat di kembalikan oleh kelebihan
substrat alami,dihydrofolate sebanyak 1000 kali lipat atau dengan pemberian leucorovin , yang
memberikan jalan pintas bagi enzin yang di hambat dan mengisi kolam folate.
b. 6-
Mercaptopurine
Mekanisme kerjanyan :
§ pembentukn
nukleotida : untuk mengelurkan efek anti leukimiknya , 6 mp harus menbembus sel
target dan di ubah menjadi analog
nukleotida,selain itu ribose fosfat di katalisis oleh enzim pada jalur
penyelamatan , yaitu hypoxanthige –guanine phosphoribosyl transferase.
§ Inhibisi
sintesis purine : sejumlah proses metabolic yang melibatkan interkonversi dan
biosintesis purine di pengaruhi oleh analog nukleotida, TIMP seperti adenosin
monofosfat (AMP), guanosin monofosfat (GMP),
dan inosin monofosfat (IMP), TIMP dapat menghambat langkah pertama biosintesis
cincin purinbe de novo. TIMP jug menghambat pembentukan AMP dan xanthinuric
acid dari inosinic acid.
§ Penyatuan
dalam asam nukleat : TIMP diubah menjadi tioguanin monofosfat (TGMP), yang
sesudah forforilasi menjadi di- dan tri-fosfat dapat disatukan dalam RNA.
Analog deoksirubonukleotida yang juga terbentuk disatukan dalam DNA. Hal ini
menghasilkan RNA dan DNA nonfungsional (tidak berfungsi).
c. 5-
Fluorouracil
5-Fluorourasil ( 5- FU ) suatu
analog pirimidin , mempunyai atom fluorine yang stabil sebagai pengganti atom
hidrogen pada posisi 5 cincin
urasil.fluorine mengganggu konversi deoxyuridylic acid menjadi thymidylic acid
sehingga menghilangakt sel timidin , salah satu prekusor penting untuk sintesis
DNA. 5- FU terutama di gunakan dalam pengobatan tumor padat yang tumbuh lambat
( missal, karsinoma kolorektal, payudara,ovarium,pankreas, dan labung),
Mekanisme kerjanya: 5_FU tidak
memiliki aktifitas anti neoplastik, obat ini memasuki sel melalui sistem
transport yang di perentarai – pengangkut dan diubah menjadi deoksinukleotida
yang sesuai (5-flurodeoxyuridine monophosphate ( 5- FDUMP).
B. Antibiotika
Kerja sitotoksik antibiotika anti
tumor di sebabkan oleh interaksinya dengan DNA, menyebabkan gangguan pada
fungsi DNA. Selain interkalasi , kemampuan antibiotioka antitumor untuk menghambat topoisomerase (I
dan II) dan menghasilkan radiakl bebeas juga berperan penting dalam efek
sitotoksiknya. Antibiotika ini bersifat nonspesifik siklus sel.
a. Dactinomycin
Mekanisme kerjanya: obat
berinteraksi memasuki celah kecil heliks
ganda diantara pasangan basa DNA guanine sitotosin sehingga membentuk
kompleks dactinomycin- DNA yang
stabil kompleks tersebut terutama
mengganggu RNA polimerase teregantung DNA; walaupun pada dosis yang tinggi ,
dactinomycin juga menghalangi sintesis DNA. Obat ini juga menyebabkan pemecahan
untai tunggal , kemungkinan kerjanya pada topoisomerase II atau melalui
pembentukan radikal bebas.
C. Agen
alkilasi
Agen penglkilasi mengeluarkan efek
sitotoksiknya melalui pengikatan secara kovalen dengan kelompok nukleofilik
pada berbagai komponen sel. Alkilasi DNA mungkin merupakan reaksi sitotoksik
yang penting sekali yang bersifat letal bagi sel-sel tumor. Agen pengalkilasi
tidak membedakan antara sel-sel yang bersiklus dan beristirahat, tetapi agen
ini paling toksis bagi sel-sel yang membelah seacra cepat. Agen ini digunakan
dalam kombinasi dengan agen lainnya untuk menangani berbagai kanker limfatik
dan padat. Selain bersifat sitotoksik, semua agen bersifat mutagenic dan
karsinogenik, serta menimbulkan keganasan sekunder, seperti leukemia.
KESIMPULAN:
Obat
antikanker terdiri atas ebebrapa golongan, diantaranya yaitu:
a. Antimetabolit
Mekanisme
terutama menghambat proses sintesis DNA
b. Antibiotik
Mekanisme
bekerja juga mengambat proses pada sintesis DNA terkhusus pada Topoisomerase I
dan Topeisomerase II.
c.
Alkilator
Saat
obat menimbulkan efek sitoktoksik yang langsung menyerang atau membunuh sel
kanker meskipun tidak semuanya.
5. Jelaskan
mekanisme kerja dari penggolongan obat penghambat mikrotubul, hormone steroid
dan antagosnya serta antibody monoclonal!
Jawab:
·
Menurut buku falmakologi ulasan
bergambar halaman 567-574:
A. Penghambat
Mikrotubulus
Gelendong mitotik adalah bagian
dari tulang rangka intraseluler yang lebih besar dan penting bagi pergerakan
struktur dalam sitoplasma pada seluruh sel eukariotik. Gelendongan mitotic
terdiri dari kromatin dan system mikrotubulus yang terdiri dari protein
tubulin. Gelendongan mitotik penting untuk membagi DNA secara rata menjadi dua
sel anak yang dibentuk ketika suatu sel eukariotik yang digunakan sebagai obat
antikanker, mengganggu proses ini dengan memengaruhi keseimbangan antara
bentuki polimerisasi dan depolimerisasi mikrotubulus sehingga menyebabkan
sitotoksisitas.
B. Hormon
steroid dan antagonisnya
Tumor
sensitive – hormone steroid dapat bersifat entah 1) responsif terhadap hormon
spesifik; entah 2) bergantung pada hormon, yang penghilangan rangsanga oleh
hormon menyebabkan regresi tumor; atau 3) keduanya.
C. Antibodi
Monoklonal
Antibodi monoclonal telah menjadi
area perkembangan obat yang aktif untuk terapi antikanker dan penyakit
nonneoplastik lainnya karena antibody ini ditunjukkan pada target spesifik dan
sering memiliki efek samping yang lebih kecil. Antibody ini dibuat dari
limfosit B yang disatukan dengan limfosit B “immortal” sel tumor. Sel hybrid
yang dihasilkan dapat diduplikatkat secara individual dan setiap duplikat akan
menghasilkan antibody yang ditunjukkan melawan satu tipe antigen.
KESIMPULAN:
a.
Penghambat
mikrotubulus
Obat
golongan ini bekerja pada fase mitosis. Gelendong mitotik yang sangat penting
yang memisahkan DNA menjadi dua sel. Pada saat penggunaan sel eukaritotik
sebagai sel kanker yang dapat mempengaruhi ketidak seimbangannya DNA dikedua
belah pihak.
b.
Hormon
steroid dan antagonisnya
Hormon
steroid berpengaruh pada proses pembelahan sel kelebihan hormone juga dapat
mempengaruhi terjadinya kerusakn pada sel tersebut sehingga dapat membentuk
neoplasma ganas, untuk megantisipasi kelabihan hormone tersebut maka
digunakanlah obat hormone dan antagonisnya.
c.
Antibodi
monoklonal
Antibody
monoclonal sangat penting karena antibody ini berperan spesifik dan terkenal
dengan efek yang rendah sehingga penggunaanya dapat dilakukan dengan efek yang
baik dengan resiko yang minimalis.
DAFTAR PUSTAKA
Harvey, Richard A., & Champe, Pamela C.
2013., Farmakologi Ulasan Bergambar.,
EGC, Jakarta.
Corwin,
Elizabeth J., 2009., Buku Saku
Patofisiologi. EGC, Jakarta.
Gunawan,
S.G., Farmakologi dan Terapi.,UI Press, Jakarta.
Katzung, Bertram G., 2013., Farmakologi Dasar dan Klinik Vol 2.,
EGC, Jakarta.
Price, Sylvia A. & Wilson, Lorraine M.,
2006., Patofisiologi Konsep Klinis Proses
– Proses Penyakit., EGC, Jakarta.
Tjay, Tan Hoan & Kirana Rahardja., 2007., Obat-Obat Penting., PT Elex Media
Komputindo, Jakarta.
Hasil Diskusi Fartok III 'ANTIBIOTIK'
Teman-teman pada hari ini, saya akan membagikan sedikit lagi laopran yang saya.
jangan lupa ya bantu juga likenya ok.!

Transkripsi => DNA mRNA
Translasi => mRNA protein
Ikatan polien
Sterol (fosfat yang dihasilkan fosfolipid)
Tegangan permukaan membran sel turun
Cairan intrasel keluar (protein,
nukleotida)
jangan lupa ya bantu juga likenya ok.!
HASIL
DISKUSI
A.
Perbedaan antibiotik, antimikroba, desinfektan dan antiseptik
Jawab :
a. Antibiotik
(Menurut Farmakologi
dan Terapi, Hal : 585)
Antibiotik ialah
zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat
atau dapat membasmi mikroba jenis lain. Banyak
antibiotik dewasa ini dibuat secara semisintetik atau sintetik penuh. Namun
dalam praktek sehari-hari AM sintetik yang tidak diturunkan dari produk mikroba
(misalnya sulfonamid dan kuinolon) juga sering digolongkan sebagai antibiotik.
b.
Antibiotik
(Menurut Obat-Obat Penting : 65)
Antibiotika (L.anti = lawan= hidup) adalah zat-zat kimia
yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, yang memiliki khasiat mematikan atau
menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif
kecil.
c. Antimikroba
(Menurut Farmakologi
dan Terapi, Hal : 585)
Antimikroba
(AM) ialah obat pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan
manusia.Dalam pembicaraan disini, yang dimaksudkan dengan mikroba terbatas pada
jasad renik yang tidak termasuk kelompok parasit.
d. Desinfektan (Menurut
Farmakologi dan Terapi, hal : 535)
Ialah zat
yang digunakan untuk mencegah infeksi dengan mematikan mikroba misalnya
sterilisasi alat kedokteran.
e. Antiseptik (Menurut
Farmakologi dan Terapi, hal : 534)
Antiseptik ialah obat yang dapat meniadakan atau mencegah
keadaan sepsis. Antiseptik ialah zat yang digunakan untuk membunuh atau mencegah
pertumbuhan mikroorganisme, biasanya merupakan sediaan yang digunakan pada
jaringan hidup.
f. Desinfektan (Menurut Farmakologi Dasar dan Klinik, Hal
: 1011)
Desinfektan adalah bahan kimia kuat yang menghambat atau
mematikan mikroorganisme.
g.
Antiseptik (Menurut Farmakologi Dasar dan Klinik, Hal: 1011)
Antiseptik
adalah obat disinfeksi dengan toksisitas yang cukup rendah untuk sel pejamu
sehingga dapat digunakan langsung pada kulit, membran mukosa, atau luka.
Kesimpulan
:
a. Antimikroba adalah senyawa yang diperoleh dari bahan
alam atau obat-obat sintesis yang digunakan untuk membasmi mikroba.
b. Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu
mikroba, yang dapat menghambat mikroba jenis lain.
c. Desinfektan
adalah suatu zat kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda
mati.
d. Antiseptik
adalah suatu zat kimia yang digunakan untuk membunuh mikrooganisme pada makhluk
hidup atau jaringan hidup.
B. Mekanisme
antimikroba yang menghambat biosintesis dinding sel mikroba
Jawaban
:
·
Menurut Farmakologi dan Terapi, Hal 586
Obat yang termasuk dalam kelompok ini ialah penisilin,
sefalosporin, basitrasin, vankomisin, dan sikloserin. Dinding sel bakteri,
terdiri dari polipeptidoglikan yaitu suatu kompleks polimer mukopeptida
(glikopeptida), sikloresin menghambat reaksi yang paling dini dalam proses
sintesis dinding sel; diikuti berturut-turut oleh basitrasin, vankomisin dan
diakhiri oleh penisilin dan sefalosporin yang menghambat reaksi terakhir
(transpeptidasi) dalam rangkaian reaksi tersebut. Oleh karena tekanan osmotik
dalam sel kuman lebih tinggi daripada di luar sel maka kerusakan dinding sel
kuman akan menyebabkan terjadinya lisis, yang merupakan dasar efek bakterisidal
pada kuman yang peka.
·
Menurut Farmakologi Ulasan Bergambar hal
: 427)
Beberapa
obat antimikroba, secara selektif, mengganggu sintesis dinding sel
bakteri-suatu struktur yang tidak dimiliki oleh sel-sel mamalia. Dinding sel
terdiri dari suatu polimer disebut peptidoglikan yang mengandung unit glikan
yang saling bergabung satu sama lain melalui ikatan silang peptida. Agar
efektif secara maksimal, penghambat sintesis dinding sel membutuhkan mikroorganisme
yang berproliferasi secara aktif, penghambat ini kurang atau tidak berefek pada
bakteri yang tidak bertumbuh dan membelah. Anggota yang paling penting dari
kelompok obat ini adalah antibiotika β-laktam
(diberi nama berdasarkan cincin β-laktam
yang penting bagi aktivitasnya) dan vankomisin.
![]() |
||||||||
![]() |
||||||||
![]() |
||||||||
![]() |
||||||||
![]() |
||||||||
·
Menurut
At a Glance Farmakologi Medis, Hal:82 )
![]() |
·
Menurut Katzung, hal 894
Penisilin
seperti semua antibiotik β-laktam, menghambat pertumbuhan bakteri dengan
menganggu reaksi transpeptidasi sintesis dinding sel bakteri. Dinding sel
adalah suatu lapisan luar kaku yang khas untuk spesies bakteri. Struktur ini
membungkus membran sitoplasma, mempertahankan bentuk dan integritas sel, serta
mencegah lisis sel akibat tekanan osmotic yang tinggi. Dinding sel terdiri dari
suatu ikatan-ikatan silang kompleks polimer polisakarida dan polipeptida,
peptidoglikin (juga dikenal sebagai murein atau mukopeptida). Polisakaraida
menggandung gula amino, N asetilglukosamin
dan asam N-asetil-muramat. Sebuah
peptide 5 asam amino dihubungkan ke gula asam N-asetilmuramat. Peptide ini berakhir di D-alanin-D_alanin. Protein
pengikat penisilin (penicillin-binding
protein,PBP, suatu enzim) mengeluarkan alanin terminal dalam proses
pembentukan ikatan saling member dinding sel rigiditas strukturalnya.
Antibiotic beta-laktam, analog structural substrat D-ala-D-ala alami secara
kovalen mengikat tempat aktif PBP. Hal ini menghambat reaksi transpeptidasi,
menghambat sintesis peptidoglikin dan menyebabkan kematian sel. Mekanisme pasti
kematian sel belum sepunuhnya dipahami, tetapi terjadi autolysis dan gangguan
morfogenesis dinding sel. Antibiotic beta-laktam mematikan sel bakteri hanya
ketika bakteri sedang tumbuh aktif dan menyintesis dinding sel.
· Menurut
Farmakologi Ulasan Bergambar, Hal 438
PEBGHAMBAT
β-LACTAMASE
Hidrolisis cincin β-lactam, baik
melalui pembelahan enzimatik menggunakan β-lactamase maupun dengan asam,
menghancurkan aktivitas antimikroba antibiotika β-lactam. Penghambat
β-lactamase, seperti clavulanic acid, sulbactam, dan tazobactam,
mengandung cincin β-lactam, tetapi tidak memiliki aktivitas antibakteri yang
signifikan bila digunakan secara tunggal. Obat-obat ini justru berikatan dan
menginaktifkan β-lactamase sehingga melindungi antibiotika yang normalnya
merupakan substrat bagi enzim ini. Oleh sebab itu, penghambat β-lactamase
diformulasikan dalam kombinasi dengan antibiotika sensitif β-lactamase.
Kesimpulan :
Dinding sel terdiri
dari 3 komponen yaitu polipeptida, polisakarida, dan polipeptidoglikan. Dimana
polipeptidoglikan terdiri dari ikatan polipeptida yang tersusun dari asam amino
dan polisakarida terdiri dari NAM dan NAG. Asam N-asetilmuramat
menghasilkan rantai amino yang kemudian membentuk rantai peptida, kemudian
rantai peptida bertranspeptidase dengan d-alanin-alanin N-asetilglukosamin
sehingga membentuk jembatan pentaglisin sehingga sintesis dinding sel berhasil.
Mekanisme kerja golongan β-lactam ialah langsung
berikatan dengan penicilin-Binding protein (PBP) karena strukturnya mirip.
Mekanisme kerja penghambat β-laktamase yaitu dengan
menghidrolisis cincin β-lactam. Dan mekanisme kerja β-laktam yaitu menggantikan
posisi D-ananin-alanin sehingga menghasilkan dinding sel yang rapuh dan mudah
diputuskan itu artinya sintesis dinding sel tidak berhasil dan tidak
menghasilkan sintesis.
C. Mekanisme
antimikroba yang menghambat biosintesis sintesis protein
mikroba
Jawab :
v
Menurut At a Glance
Farmakologi Medis hal : 84
Menurut At a Glance
Farmakologi Medis hal : 84
Kelompok
antibiotik ini bekerja dengan menghambar sintesis protein bakteri. Obat-obat
ini bersifat toksik selektif karena ribosom bakteri (tempat sintesis protein)
terdiri dari subunit 50S dan 30S sementara ribosom mamalia memiliki subunit 60S
dan 40S.
Protein
dibentuk dari asam amino pada ribosom, yang bergerak sepanjang untaian asam
ribonukleat pembawa pesan sehingga kodon berurutan lewat melalui suatu akseptor
untuk molekul RNA transfer spesifik. tRNA membawa asam amino berikutnya yang
dibutuhkan untuk memperpanjang rantai peptida. Tetrasiklin dan aminoglikosida
terikat pada subunit 30S dan menghambat ikatan aminoasil-tRNA. Selain itu,
aminoglikosida menyebabkan kesalahan baca mRNA, sehingga protein
nonfungsional disintesis. Langkah selanjutnya pada sintesis peptida adalah transpepetidasi, dimana
rantai peptida yang sedang berkembang dan melekat pada lokasi P ditransfer ke
asam amino yang melekat pada aminoasil-tRNA pada lokasi A. Kloramfenikol
menghambat aktivitas peptidil transferase dari subunit ribosom 50S.
Setelah tranpeptidasi, rantai peptida ditranslokasi dari lokasi A ke P sehingga
lokasi A siap untuk menerima aminoasil-tRNA berikutnya. Makrolida dan
streptogramin terikat pada subunit 50S dan menghambat translokasi. Streptogramin,
seperti quinupristin dan dalfopristin merupakan obat baru yang
secara aktif melawan bakteri Gram positif. Obat ini hanya digunakan untuk
infeksi serius yang resisten terhadap obat lain, misalnya terhadap Staphylococcus
aureus yang resisten metisilin (MRSA).
Aminoglikosida,
seperti gentamisin, harus diberikan secara injeksi. Aminoglikosida
merupakan obat yang berguna dalam terapi infeksi berat, tetapu dapat menibulkan
efek nefrotoksik dan ototoksik. Tetrasiklin aktif secara oral, merupakan
antibiotik spektrum luas, tetapi resistensi bakteri yang meningkat telah
menguranig penggunaannya. Makrolida (misalnya eritromisin)
mempunyai spektr/um antibakteri yang sama dengan benzilpenisilin. Bakteri Gram
positif lebih sensitif terhadap eritromisin daripada bakteri Gram negatif karena
terakumulasi sekitar 100 kali lebih banyak. Kloramfenikol efektif
melawan bnayak organisme, tetapi efek samping seriusnya (seperti anemia plastik)
membatasi penggunaanya.

Kesimpulan
:
Terdapat
2 proses pada sintesis protein yaitu:
Maksudnya
adalah pada proses transkripsi membentuk DNA dan diubah menjadi mRNA sedangkan
pada proses translasi dari mRNA membentuk protein. Pada sintesis protein
dimulai dari proses translasi yang dimana pada proses ini terdapat 5 bagian
yaitu
Ø
tRNA
memasuki subunit 30S dengan membawa satu asam amino
Ø
proses
pembacaan oleh mRNA
Ø
pelepasan
tRNA oleh enzim peptidil transferase
Ø
proses
perpindahan lokasi
Ø
perpanjangan
ikatan peptida sehingga terbentuk protein (ikatan peptida menghasilkan asam
amino, semakin banyak asam amino maka terbentuklah protein).
Penggolongan obat. Tetrasiklin mekanisme kerjanya yaitu
mencegah tRNA menempel pada 30S sehingga tidak terjadi penempelan. Aminoglikosida mekanisme kerjanya yaitu
terjadi salah pembacaan pada asam amino. Kloramfenikol
mekanisme kerjanya yaitu menghambat proses transpeptidasi. Makrolida dan streptogramin mekanisme
kerjanya adalah menghambat proses translokasi.
D. Mekanisme antimikroba yang menghambat
biosintesis membran
sel mikroba
Jawab
:
v Menurut
Farmakologi dan Terapi hal : 586
Obat yang termasuk dalam kelompok ini ialah polimiksin,
golongan polien serta berbagai antimikroba kemoterapeutik, umpamanya antiseptik
surface active agents. Polimiksin
sebagai senyawa amonium-kuaterner dapat merusak membran sel setelah bereaksi
dengan fosfat pada fosfolipid membran sel mikroba. Polimiksin tidak efektif
terhadap kuman gram-positif karena jumlah fosfor bakteri ini rendah. Kuman gram
negatif yang menjadi resisten terhadap polimiksin, ternyata jumlah fosfornya
menurun. Antibiotik polien dapat bereaksi dengan struktur sterol yang terdapat
pada membran sel fungus sehingga mempengaruhi permeabilitas selektif membran
tersebut.
Bakteri tidak sensitif terhadap antibiotik polien, karena
tidak memiliki struktur sterol pada membran selnya. Antiseptik yang mengubah
tegangan permukaan (surface active agents), dapat merusak permeabilitas selektif dari
membran sel mikroba. Kerusakan membran sel menyebabkan keluarnya berbagai
komponen penting dari dalam sel mikroba yaitu protein, asam nukleat, nukleotida
dan lain-lain.
Kesimpulan
:
Membram sel
merupakan penyusun fosfolipid disusun dari fosfat. Mekanisme
antimikroba yang mengganggu keutuhan
membran sel mikroba adalah polimiksin yang membentuk ikatan sterol dimana sterol ini mengandung
fosfat yang dihasilkan
fosfolipid dengan menurunkan tegangan
permukaan membran sel yang menyebabkan cairan intrasel akan
keluar (protein, nukleotida) sehingga menyebabkan kerusakan
/ kematian sel.
Kematian sel
E.
Mekanisme antimikroba
yang menghambat biosintesis asam folat dan
asam nukleat
Jawab
:
v Menurut
At a Glance Farmakologi Medis hal : 80
Sulfonamid
adalah obat pertama yang ditemukan efektif pada terapi penyakit sistemik. Akan
tetapi, saat ini sulfonamid mempunyai sedikit peranan karena perkembangan
obat-obat yang efektif dan kurang toksik. Selain itu, banyak organisme menjadi resisten
terhadap sulfonamid. Penggunaan tunggalnya terutama pada terapi infeksi saluran
kemih yang disebabkan oleh organisme Gram positif atau negatif yang sensitif.
Terdapat
banyak sulfonamid dan pada gamabr diberikan beberapa contohnya bersama dengan
struktur umumnya. Sulfonamid merupakan analog struktural asam p-amino-benzoat
yang penting untuk sintesis asam folat pada bakteri. Toksisitas selektif
sulfonamid tergantung pada fakta bahwa sel-sel mamalia mengambil folat ysng
didapat dalam makanan, tetapi bakteria yang rentan kekurangan kemampuan ini dan
harus mensintesis folat. Sulfonamid secara kompetitif menghambat enzim
dihidropteroat sintetase dan mencegah produksi folat yang dibutuhkan untuk
sintesis DNA. Sulfonamid merupakan agen bakteriostatik. Efek sampingnya yang
paling penting adalah ruam (sering), gagal ginjal, dan diskaria darah.
Trimetoprim
bekerja pada jalur metabolik yang sama seperti sulfonamid, tetapi merupakan
inhibitor dihidrofolat reduktase. Trimetoprim bersifat toksik selektif karena
afinitasnya terhadap enzim bakteri 50.000 kali lebih besar daripada afinitasnya
terhadap enzim manusia. Trimetoprin banyak digunakan pada infeksi saluran
kemih. Kombinasi trimetoprim
dan sulfametoksazol (kotrimoksazol)
bisa menghasilkan aksi sinergistik dan meningkatkan aktivitas melawan bakteri
tertentu. Kotrimoksazol digunakan terutama pada terapi infeksi pernapasan.
Kuinolon
menghambat
DNA girase, suatu enzim yang menekan DNA bakteri menjadi superkoil, untuk
memasukkan DNA untai ganda yang panjang ke dalam sel bakteri, DNA diatur dalam loop
(DNA terrelaksasi) yang kemudian diperpendek oleh proses superkoil. Kuinolon
merupakan bakterisida karena menghambar lepasnya untai-untai DNA yang terbuka
pada proses superkoil. Sel eukariotik tidak mengandung DNA girase. Siprofloksasin
merupakan agen antibakteri spektrum luas. Sifat penting dari kuinolon adalah
penetrasinya yang baik ke dalam jaringa dan sel (bandingkan denga penisilin),
efektivitasnya bila diberikan secar oral, dan toksisitasnya yang relatif
rendah.
5-Nitroimidazol,
mislanya metronidazol, mempunyai spektrum sangat luas dan aktif melawan
bakteri anaerob serta beberapa protozoa. Obat berdifusi ke dalam organisme di
mana gugus nitro dikurangi. Selama proses reduksi ini, terbentuk intermediat
yang reaktif secara kimia, yang menghambat sintesis DNA dan /atau merusak DNA
sehingga menggangu funsinya.
Rifampisin
menghalangi transkripsi RNA pada banyak bakteri dengan menghambat plomerase RNA
yang tergantung DNA. Resistensi terhadapa rifamisin cepat terjadi, tetapi dalam
kombinasi dengan obat lain, rifampisin penting dalam terapi tuberkulosis.
v








Menurut Farmakologi Ulasan Bergambar Hal : 46












Menurut Farmakologi Ulasan Bergambar Hal : 46




![]() |
Kesimpulan
:
Pteridin dan PABA merupakan prekursor bahan utama
pembasmi DNA. Biosintesis asam nukleat pertama pteridin berikatan dengan asam p-aminobenzoat (PABA) membentuk asam
dihidropteroat yang tidak aktif dengan bantuan enzim dihidropteroat sintesase,
kemudian terbentuk asam dihidrofolat yang hanya aktif sebagian, dan dengan bantuan
enzim dihidrofolat reduktase sehingga
membentuk purin pirimidin dan
membentuk prekursor
pembentukan DNA dan terbentuk DNA terelaksasi dan kemudian menjadi DNA
superkoil (DNA sempurna) dengan bantuan DNA girase.
Mekanisme
kerja kuinolon yaitu menghambat DNA
girase sehingga tidak terbentuk 2 sel. Mekanisme
kerja 5-Nitroimidazol ialah
menghambat DNA supercoil. Mekanisme kerja Rifampisin adalah menghambat DNA
supercoil.
Mekanisme kerja sulfonamid
ialah obat ini akan bersaing dengan PABA , justru obat yang berikatan dengan
enzim bukan PABA sedangkan normalnya PABA yang berikatan dengan enzim.
Mekanisme kerja dari trimetropim menghambat dihidropteroat sintease dan
dihidrofolat reduktase.
DAFTAR
PUSTAKA
Gunawan, Sulistia. 2012. Farmakologi Dan Terapi Edisi 5.Fakultas Kedokteran UI. : Jakarta.
Myck, Marry J, 2014. Farmakologi Ulasan Bergambar. Widya Medica Jakarta.
Neal.MJ. 2005. At a Glance Farmakologi Medis Edisi kelima. Erlangga Medical
Series : Jakarta.
Tjay, Tan, dkk. 2010. Obat-Obat
Penting. Jakarta : PT. Elex Media
Komputindo.
Subscribe to:
Posts (Atom)









