Friday, 13 July 2018

Hasil Diskusi (HADIS) Interaksi Obat

    Assalamualaikum, sodara/i semua dan men-men semua, maaf sebesar-besarnya dari admin karna baru muncul dan membagikan hal-hal positif dan semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.

    Hasil diskusi atau yang sering kita kenal sebagai ringkasan materi atau ilmu pengetahuan yang selesai kita diskusikan, yang intinya ringkasan materi wkwkwk, ribet amat penjelasannya. Ok baik tanpa membuang waktu anda semua ayo sama sama kita lihat hasil diskusi yang admin dan teman-teman admin beserta asisten dan ibu/bapak dosen diskusikan, untuk itu langsung saja ke TKP.

1. Pengertian Interaksi Obat
  • Menurut Shargel : 645
       Modifikasi efek suatu obat akibat obat lain yang diberikan pada awalnya atau diberikan bersamaan sehingga keefetifan atau toksisitas satu obat atau lebih disebut Interaksi Obat.
  •  Menurut FT : 862
        Umumnya mengacu pada suatu modifikasi dari respons obat yang diharapkan pada pasien sebagai akibat dari paparan pasien terhadap obat/senyawa lain. Beberapa interaksi obat yang tidak di sengaja dapat menghasilkan reaksi yang merugikan pada pasien, sedangkan beberapa interaksi obat mungkin disengaja, untuk memberikan perbaikan respon teraupeutik atau menurunkan efek obat merugikan.
  • Menurut Stockley : 1
           Interaksi obat ini terjadi ketika efek dari salah satu obat berubah dengan adanya obat lain, obat herbal, makanan, minuman ataupun beberapa pengaruh bahan kimia.
  • Menurut Patrick: 97
          Modifikasi interaksi obat kerja satu obat lain dan melibatkan mekanisme farmakodinamik dan farmakokinetik. Obat-obat dengan kurva dosis respon yang curam serta toksisitas serius yang berkaitan dengan dosis paling besar kemungkinananya terlibat dalam interaksi simpang obat (yaitu obat-obat dengan indeks terapeutik rendah).
 
2. Jenis-jenis Interaksi Obat
  • Menurut FT : 863
a. Interaksi farmaseutik/ Inkompabilitas
   Inkom akan terjadi diluar tubuh (saluran obat diberikan) antara obat yang tidak dapat dicampur (inkompatibel). Pencampuran obat demikian menyebabkan terjadinya interaksi langsung secara fisik/kimiawi, yang hasilnya mungkin terlihat sebagai pembentukan endapan, perubahan warna, dll, atau mungkin juga tidak terlihat. Interaksi ini biasanya berakibat interaksi obat.
    Kesimpulan :
   Interaki pada farmaseutik, terjadi diluar tubuh dimana interaksi yang terjadi yaitu pada saat pembuatan atau pencampuran obat yang salah satu bahannya mengalmai perubahan sifat fisika dan kimiawi, contohnya obat penicilin G berubah inaktivasi terhadap vit.C

b. Interaksi farmakokinetik
  • Eksresi ( Stockly:7)
          Ekskresi dan IO terkecuali anastesi inhalasi kebanyakan obat dieksresikan baik dalam bentuk empedu maupun dalam bentuk urin. Kemudian darah memasuki ginjal melalui arteri renal, pertama-tama dibawa ke tubulus glomerulus dimana molekul-molekul kecil cukup untuk melewati pori-pori dari membran glomerulus (seperti air, garam-garam dan beberapa obat lainnya) yang disaring melewati lumen tubulus. molekul-molekul yang lebih besar, seperti protein plasma, dan sel-sel darah diperoleh dalam darah.
  • Menurut FT: 865
1. Absorbsi
2. Distribusi
3. Metabolisme
4. Ekskresi
       
       Kesimpulan :
     Farmakokinetik dalam interaksinya ialah suatu nteraksi yang selalu berhubungan pada empat proses ADME (absorbsi, dstribusi, metabolisme dan ekskresi).
  •  Absorbsi
           Diberikan obat secara oral yang akan melewati saluran pencernaa. obat yang diberikan secara bersamaan akan mempengaruhi salah satu absorbsi baik efeknya dapat menurunkan maupun meningkatkan. Contoh obatnya yaitu: Antasida mengandung logam dan tidak dapat dikombinasikan dengan obat lain karena antasida akan membentuk khelat.
  • Distribusi
          Obat akan terikat pada protein plasma tepatnya pada albumin atau alpha glukogen. Contohnya obat aspirin merupakan obat yang bersifat asam kuat, dan obat fenitoin merupakan obat yang bersifat basa, sedangkan albumin bersifat asam. Jadi obat yang bersifat asam yaitu obat aspirin ang kana menduduki albumin, sedangkan obat fenitoin didalam tubuh bebas beredar dan dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan toksik.
  • Metabolisme
          Obat-obat fenobarbital dan bupropion. fenobarbital sebagai substrat dan bupropion sebagai induser atau inhibitor. Ketika obat fenobarbital berikatan dengan enzim CYP2B6 sebagai induser sehingga obat buptopion dapat tereliminasi dengan cepat.
  • Ekskresi dalam ginjal
          Obat metilxantin dapat meningkatkan dapat meningkatkan aliran darah sehingga dapat meningkatkan aliran darah di glomerulus. Dimana, glomerulus merupakan tempat readsorbsi zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh.
 
c. Interaksi farmakodinamika
    Farmakodinamik interaksinya adalah interaksi adalah interaksi pada obat yang bekerja pada sistem reseptor, tempat kerja atau sistem fisiologik yang sama sehingga terjadi efek aditif, sinergistik atau antagonistik.
     Interaksi aditif ialah interaksi obat yang ketika diberikan dua obat, maka obat yang satu akan mendukung obat yang pertama. Interaksi sinergik yaitu interaksi obat yang ketika diberikan dua obat, maka obatnya akan sama-sama mendukung.
 
      Kesimpulan :
      Farmakodinamik secara umum terbagi atas dua yaitu, antagonis/berlawanan dan sinergis/sejalan.
  • Sinergis/sejalan merupakan interaksi obat yang apabila efek kombinasi meningkat daripada penjumlahan masing-masing obat
  • Antagonis/berlawanan merupakan interaksi yang apabila 2 jenis obat yang diberikan secara bersamaan menugrangi bahkan menghilangkan efek salah satu obat.
 
3. Contoh Interaksi obat dengan obat, dan obat dengan makanan.
  • Menurut Shargel : 646-652
 a. Interaksi obat dengan obat dapat terjadi ketika proses ADME:
  • Absorbsi yaitu Antacid dan antidiare, dimana akan terjadi penurunan bioavabilitas antibiotik
  • Distribusi yaitu obatnya warfarin dan fenilbutazon, dimana akan terjadi pendesakan warfarin ke ikatan protein sehingga akan menganggu proses distribusi
  • Metabolisme yaitu obat teofilin dan simetidin akan menganggu menurunkan metabolisme dari teofilin dengan inhibisi sitokrom P540 yang mengakibatkan inaktivasi beberapa persen zat aktif obat
  • Eliminasi yaitu obat metilxantin dan teobromin, dimana interaksi antara dua obat ini akan meningkatkan laju glomerulus dan menurunkan eaktu readsorbsi yang mengakibatkan eksresi lewat urin yang lebih cepat untuk dikeluarkan.
b. Interaksi Obat dengan zat kimia
   Teofilin digabungkan dengan daging sapi panggang-arang jika berinteraksi akan meningkatkan klirens protein, dimana diet daging sapi panggang-arang yang mengandung polisiklik hidrokarbon aromatik dari arang yang akan mengakibatkan penurunan waktu paruh teofilin hingga 42% jika dibandingkan dengan kontrol diet daging sapi panggang-non arang.

c. Interaksi obat dengan minuman
   Ferfenadin dan jus anggur. Ketika berinteraksi, jus anggur akan meningkatkan kadar rata-rata terfenasin sekitar tiga kali lipat dan juga menghambat metabolisme oleh sitokrom P-450 pada dinding usus.
 
d. Interaksi obat dengan bahan alam
    Contohnya obat alprazolam dan tanaman herbal St. john's Worth. Dimana. alprazolam sebagai substrat tanaman St. John's Worth sebagai induser, dan jika bertemu maka akan meningkatkan laju pengeluaran/eliminasi dari alprazolam.


                                                                    Daftar Pustaka

Davey, Patrick. 2005. At a Glance Medicine. Jakarta : Erlangga.
 
Gunawan, S.G., 2007. Farmakologi dan Terapi. UI : Jakarta
 
Shargel, Leon. 2012. Biofarmasetik dan Farmakokinetika Terapan. Surabaya, Airlangga University 
       Press.
 
Stocley, I.H., 2010, Stocley's Drug Interaction, ninth Edition, Pharmaceutical Press, London.
 
 
 
 
 
    Sekian dulu untuk info hadis kali ini , semoga dapat bermanfaat dan jangan lupa klik iklannya meskipun hanya 1x, sudah dapat membantu mengembangkan blog ini agar dapat memberi info dan membantu dalam pembuatan laporan laboratorium. semoga semua dapat keberkahan dan salam luarbiasa untuk para pembaca yang baik. silahkan tinggalkan komen yang baik dan membangun. Assalamualaikum.
 
 

 
 
 




Tuesday, 13 March 2018

BAHAN - BAHAN UMUM UNTUK MEMBUAT KOSMETIK (BODYLOTION, SUNBLOCKER, & BODYBUTTER)

Assalamualaikum wr.wb. Kembali lagi bersama admin, dan mohon maaf kalau baru sekarang admin posting info lagi, karena kesibukan kuliah jadi yah mohon maaf yah, ok langsung saja kita lihat postingan di bawah ini.

        Kosmetik merupakan hal yang sangat penting dan juga barang wajib yang harus ada pada perempuan, kosmetik sendiri dipercaya untuk menunjang penampilan selain dengan fashion. Namun tak menutup kemungkinan para pria juga senang menggunakan kosmetik yang memang kalau berlebihan tak jarang pris ini disebut dengan wanita jadi-jadian wkwkwkw. Namun tidak ada salahnya apabila pris juga menggunakan kosmetik, asalkan jangan berlebihan yah cukup gunakan yang kurang menonjol aja, misalnya handbody dan pencuci muka.

        Hal yang terpenting adalah teman-teman harus dan wajib tau beberapa bahan yang umum atau sering digunakan dalam pembuatan kosmetik yang tentunya relatif aman dong. Apakah teman-teman sadar atau tidak semua koxmetik memiliki bahan yang hampir sama atau mungkin minimal ada beberapa bahan yang sama digunakan untuk produk kosmetik yang berbeda. oke dari pada banyak cincong mari kita melihat apa saja sih bahan - bahan yang umum dan aman untuk kosmetik, berikut bahan-bahannya :

  1. Air (Water)
        Air percaya atau tidak beberapa kosmetik sering menggunakan bahan yang satu ini, pastinya teman teman sudah taukan bahan ini digunakan karena sangat aman, mudah didapat,, dan ngk ribet teman. biasanya sih air ini digunakan sebagai bahan pembawa obat untuk kulit atau sebagai bahan pelarut obat teman, kalau teman melihat water pada kosmetik teman berarti tujuannya untuk membuat kulit terhindar dari hydrasi atau kekeringan kulit akibat kurangnya cairan pada kulit.

2. Alkohol

        Alkohol, teman-teman biasa mendengar inikan, alkohol memng identik dengan hal buruk teman karna memang benar sih kalau alkohol bisa membuat kita mabuk, so teman -teman ngak perlu khawatir karna alkohol dengan jumlah tertentu dapat mengobati atau bahkan mempercantik anda, percaya atau tidak alkohol dengan jumlah tertentu dapat bekerja sebagai pengencang kulit jadi membuat kulit anda kenyal dan kencang, selain itu pada kosmetik dia biasanya digunakan sebagai pengganti air.

3. Propylen glikol (PG)
 
        PG sendiri digunakan untuk mempertahankan produk agar tidak cepat rusak, teman-teman pernah ngak bertanya dalam hati kenapa produk kecantikan saya biar disimpan lama kok tetap aja bagus dan tidak berubah warna, nah disinilah fungsi dari PG yang gunanya untuk mengurangi kelembaban pada produk kecantikan kita teman, namun meskipun tujuanya begitu, bahan ini cukup aman ko digunakan dalam produk kosmetik.

4. Surfactan

      Surfactan, bahan ini biasa digunakan untuk menstabilkan produk teman, penstabil untuk kosmetik yang didalamnya mengandung minyak dan air, yang dapat disatukan menjadi produk kecantikan yang tidak terpisah meskipun air dan minyak, dapat disatukan dengan bahan ini teman. selain itu dapat mempercantik tampilan produk teman.

5. Emolient

      Emolient adalah bahan yang sering digunakan teman karna fungsinya sendiri seabgai pengantar atau pembawa bahan aktif obat yang akan digunakan dibawah kulit, selain itu bahan ini juga digunakan pelembab kulit/ skin condtioner.


nah teman gimana, sekarang cek kosmetik anda apakah terdapat beberapa bahan diatas, jadi perlulah anda mencari tahu sebenarnya amankah seluruh bahan yang digunakan oleh kosmetik anda. tetap berhati-hati memilih kosmetik, kalau admin sih sarannya gunakanlah kosmetik yang ketika digunakan tidak menyebabkan gatal/iritasi serta tidak membuat kulit bentol ketika berkontak dengan produk kecantikan itu teman. 

Terakhir yang paling penting teman jangn lupa untuk menklik iklannya karna kemajuan blog ini tergantung dukungan kalian kalau memang kalian ingin membantu blog ini biar maju maka tidak ada salahnya mengklik iklannya, sekian dan terimakasih wassalam..


Pustak rujukan,

    

Wednesday, 8 November 2017

Langkah-Langkah Membuat Formula Tehnologi Farmasi.

Assalamualaikum, wr.wb. salam bertemau kembali dengan admin kali ini admin akan membahas sedikit langkah-langkah yang biasa admin pakai pada saat menghadapi zat aktif yang akan di olah menjadi suatu sediaan yang lengkap, baik dari segi farmaseutik, farmakologi, dan penjualannya hehe.

langsung saja ya, dari pada harus berlama-lama cek info kita dibawah ini,


  1. Ketika mendapatkan zat aktif, hal yang paling utama yang harus kita ketahui ialah, bagaimana karakteristik dari zat aktif kita kawan, perlunya kita mencari kestabilan dari zat aktif kita teman, saran admin bisa kita melihat atau merujuk ke jurnal, International Journal Of Pharmaceutical Science And Research, nah teman bisa cek di google dengan tulisan ini, nanti teman akan diarahkan ke ribuan jurnal bahkan jutaan yang teman tinggal sesuaikan dengan kebutuhan biasanya sih tinggal klik di pencarian terus tulis zat aktif kita, namun teman yang perlu dipertimbangkan ialah isis dari website tersebut real menggunakan bahasa ingris. So saran admin sediaan tuh kamus atau google translet hehe.
  2. Selanjutnya tentukan zat aktif kita cocoknya dibuat dalam bentuk sediaan apa, hal ini penting untuk melanjutkan ketahap berikutnya kita harus sudah menentukan zat aktif ini nantinya kaan dibuat dalam bentuk apa dan tujuannya dimana, saran admin silahkan merujuk ke Ebooknya BNF baik juga kalau ada yang aslinya, dan kalau pengen mudah yah bisa masuk ke Drugs.com nah ketika masuk ke situs web teman langsung saja klik dipencarian apa nama zat aktifnya teman dengan sendirinya nanti akan diperlihatkan beberapa sediaan atau produk yang sudah ada di pasaran sehingga memudahkan kita untuk menentukan baiknya zat aktif kita dibuat dalam bentuk apa, tidak hanya sediaan luar negri juga banyak terdapat sediaan dalam negri yakni Indonesia.
  3. Langkah selanjutnya ialah menentukan komposisi sediaan, nah untuk yang dibagian sini sensitif guys, beberapa buku yang admin sarankan yakni, Loyd, Fastrack, RPS 18, serta yang andalan ialah Formularium Nasional, guys disini lengkap tuh kalau mau menyusun komponen dari sediaan hehe,
  4. Mengetahui kekurangan dan kelebihan bahan tambahan (Alasan Penambahan) dalam hal ini komponen dari sediaan kita, nah ini penting dan biasanya admin menggunakan Handbook Pharmaseutical Excipient ed.6, nah disini lengkap guys bahan yang kalian gunakan itu cock satu dengan yang lainya, apakah aman, kemudian berapa jumlah yang disarankan dan terlebih buku ini menjelaskan perbentuk sediaan jadi mudah dan sangat membantu guys, 
  5. Selanjutnya menghitung bahan dari semua komponen baik dari zat aktif maupun zat tambahan yang lainya, tujuanya apa agar sediaan yang anda buat optimal, untuk menghitung bahan tergantung dari anda mau membuat sediaan dalam jumlah berapa banyak dan perbatch-nya,
  6. Selanjutnya mencari dari segi farmakologinya, nah jelas dalam farmakologi, berarti yang dicari itu bagaimana kerja obat dalam tubuh, rujukan yang biasa mimin pakai ialah Dipiro ed 9, kemudian DIH, Martindale, dan AHFS. dan untuk Kimianya bisa melihat di FArmakope Indonesia,
  7. Selanjutnya ialah keamanan dari sediaan kita nantinya dalam hal ini bisa merujuk ke DIH, Drugs.com
  8. Terkahir pembuatan etiket dan brosur teman terdiri dari bahasa Indonesia dan bahasa Ingris, yang didalamnya brisi tatacara penggunaan sampai komposisi dan efek samping dari sediaan yang kita buat,
  9. Selanjutnya pembuatan daftar pustaka, yah saya kira jelas yah tujuan dari daftar pustaka untuk mengetahui apakah produk yang kita buat ini mempunyai landasan yang kuat sehingga dapat dipercayai dan akan dibuat dalam produksi besara, 
  10. Terakhir yaitu untuk menambah esensi keindahan sediaan yang anda buat ialah dengan mambuat tempat atau packingan dari sediaan yang bertujuan untuk menarik pembeli ketika sampai dipasaran.

Baiklah saya kira cukup sampai disini dulu info yang admin sampaikan semoga ilmunya bisa terbagi dan dapat diamalkan  , dan karena itu mohon berikan masukan serta tanggapan demi baiknya blog ini kedepannya , ketika seseorang berpendidikan maka tinggalkanlah komen yang positif, terimakasi sekian wasalam.

Monday, 6 November 2017

Farmakoterapi Dengan Metode SOAP

Hay, sobat Mahasiswa Punya Coretan, kali ini admin datang dengan materi baru yaitu, masuk ke rana Farmakoterapi.

Kasus dibawah ini admin jawab sesuai kapasitas admin, jadi mohon maaf apabila jawaban masih belum sesuai tapi bisako diperaya melaluli bebrapa jurnal yang tentunya 1000 % dapat di percayai.

Kasus I
   Ana, pasien pria 72 tahun mengeluh nyeri pada sendi lutu setiap digerakkan. Pasien punya hobi otomotif dan pernah mengalami kecelakaan pada lutu 1 tahun lalu. dia menceritakan kepada apoteker di Apotek. Dokter berkata ada gangguan pada ligamen sendi pasien. Pasien memiliki riwayat hipertensi 10 tahun dengan mengkonsumsi amlodipin 10 mg sekali sehari. Pasien merasa sangat sakit ketika nyerinya kambuh dan bahkan mengalami insomnia 6 bulan terakhir dan merasa depresi. TD 150/80 mmHg. Dokter memberikan Ibuprofen dan Captopril 25mg. Sebagai Apoteker apa yang anda sarankan ?

Penyelesaian Kasus,



1.    S :   Pria 72 thn, sakit prut parah, riwayat hipertensi, Imsomnia dan Depresi
O:   TD: 150/80 mmHg
A:   Pasien Kemungkinan terkena Osteoarthritis, Amlodipine Kurang efektif Untuk pasien.
     P:    U/ OA disarankan minum PCT dan U/ HT disarankan Captopril 25mg

Rincian,
a)    Subject:
·      Nama       : Noname
·      Umur       : 72 thn
·      Riwat P.   : - Kecelakaan pd lutut
-   Hipertensi 10 thn
-   Insomnia dan depresi 6 bln Trkhir
·      Riwt O.    : - Penggunaan Amlodipine 10 mg oral
b)   Objective:
·      T. Vital    : - Tekanan darah 150/80 mmHg
c)    Assesment    : - Pasien Kemungkinan Terkena Osteoarthritis.
-   Penggunaan Amlodipine kurang efektive
d)   Plan              : - Acetaminophen, digunakan sebgai obat2 NSAID lini pertama, tidak
     menyrankan ibuprofen karna ibuprofen hanya disarankan apabila pasien hypersenstivitas terhadap acetaminophen (Dipiro Ed.9,2012).
-   Captopril 25 mg dikarenakan amlodipine kurang efektive seharusnya goal treatment itu ketika darah pasien 140/80 mmHg, sehingga disarankan untuk mengganti ke captopril 25 mg.
-   Obat IA juga bisa disarankan apabila sakit tak tertahankan pada lutut semisal Triamcinolone, disarankan dengan acetaminophen sebagai terapi lanjutan setelah pemberian IA Triamcinolone. (Dipiro Ed.9,2012).
                            -   Penghentian penggunaan obat amlodipine pada pasien. 
                                 -   Pengurangan aktivitas yang berat

Pustaka yang mimin sarankan,
Dipiro ed. 9
DIH
Medscape
Drugs.com
 

Tuesday, 31 October 2017

Contoh Wadah Ringer Laktat

Assalamualaikum guys, terimakasih telah berkunjung di blog yang sederhana ini, baik kali ini saya akan memberikan beberapa contoh wadah infus yang cocok untuk teman-teman yang membutuhkn apalagi yang saat ini masuk kedalam praktikum tehno steril, baiklah dari pada berlama lama maka langsung aja kita lihat contoh nya.

Gambar diatas merupakan contoh, Kemasan RL yang pernah kami buat mahasiswa Farmasi UMI, yang digunakan untuk menyelesaikan salah satu syarat dari tehno sediaan steril, jadi mohon maaf apabila terdapat kekurangan, karna gambar tersebut merupakan skala laboratorium, nah berikut adalah tampak belakang.
Nah gambar di atas merupakan gambar ketika sediaan tampak belakang, jadi rada penuh tulisan karna memeng pada bagian belakang tertera komposisi dan kegunaan beserta, cara penggunaan. namun tidak hanya sampai pada bagian belakang sediaan tapi juga pada praktikum sediaan steril itu harus disertakan lengkap dengan brosur dari sediaan yang dibuat sehingga brosurnyapun tampak seperti dibawah ini.
Nah pada bagian brosur semua hal hal umum namun terperinci akan di munculkan pada brosur tersebut, baik nama, nomer produksi, komposisi, kegunaan, cara pemakaian, kontraindikasi, efek samping dan penyimpanan,

okay sekian dulu yah guys, sampai bertemu dipembahasan yang lain heheh, terimakasih sudah mampir, tinggalkan komen yang bermanfaat yah,, salam



Thursday, 9 March 2017

Materi Presentasi Biofarmasi Pertemuan 1 dan 2

Assalamualaikum, teman sekian lama jadi batu admin, datang lagi nih dengan informasi buat teman-teman farmasi 2014 ini ada materi dari Ka-Sukma silahkan di sedot baik baik
 Karena teman teman semua anak baik jadi tinggalkan komen yang bersifat motivasi.

Klik
 Untuk mengunduh File diatas silahkan Klik Gambar diatas !

Klik

Adapun Pembagian Kelompoknya untuk pertemuan Kedua sekaligus menjadi Tugas buat teman-teman akan di Informasikan dikelas, dan tentunya untuk teman-teman yang pengen Melihat materi di pertemuan kedua bisa klik gambar diatas 


Nah Sampai disini dulu teman tunggu info selanjutnya ok !





Sunday, 4 December 2016

Perbedaan SALEP, KRIM, GEL & PASTA

   Hey bro, kembali lagi dengan mimin, maaf yh klau ngepostnya slow, maklum anak farmasi.
nah sekarang mimin akan bahas ketiga perbedaan diatas tentunya jawabnya diambil dari pustaka yagn dijamin deh kejelasannya.

1. SALEP 
        Salep adalah sediaan semi padat yang berminyak yang memiliki aliran plastis dan memiliki basis anhidrat serta memiliki nilai yield yg tinggi dan tahan terhadap dorongan aliran, digunakan pada kulit, membran mukosa , rektum, dan pembuatan dengn cara digosok secara berkelanjutan,

2. KRIM
         Krim adalah sediaan semi padat yang ditujukan untuk penggunaan. luar dgn aliran pseudoplastis, yang mana memiliki nilai yield sangat kecil sehingga tidak dipengaruhi oleh gravitasi, yg terdiri dari 2 jenis yaitu : krim berair dan berminyak, dimana basis minyk dlam air dpt di cuci sedngkn basis air dalam minyak sebagai basis emolien mosterizing, cleansing, dan absorbsi subkutan, dan penampakannya opaque (tidak tembus cahaya).

3. GEL
         Gel adalah sediaan padatan/ semi padat yang transparant dan tidak berminyak/ tembus pandang yg terdiri dari larutan/ dispersi dari atau lebih bahan aktif dalam basis hidrofilik/hidrofobik, gel memiliki sistem pengantaran obat yg sangat baik untuk berbagai rute pemberian, dan kompaktibel dengan banyak zat obat yg berbeda. gel mengandung. Peningkat penetrasi yang sangat populer untuk pembuatan obat -obat anti inflamasi, dan anti nauseal. gel menunjukan sifat aliran pseudoplastis dan atau tiksotropik dan memiliki nilai yield cukup tinggi dengan viskositas rendah.

4. PASTA
          Pasta adalah sediaan semi padat untuk penggunaan eksternal atau penggunaan luar, dengan konsentesinya lebih kaku dari salep dengan 20%-60% padatan halus, basisnya yang digunakan anhidrat atau larut air, digunakan sebagai pelindung, antiseptic, absorben dan pelindung untuk lapisan kulit yang rusak, memiliki aliran dilatan dimana nilai yieldnya tinggi.


Pustaka Landasan
RPS 18th
Loyd
Scoville

Monday, 5 September 2016

INFO PENTING TENTANG BISNIS SAMPINGAN ^


Assalamualaikum teman-temn kali ini saya mau ngasih ini info mnarik baca sampai bawah yah !!
pertama kalian Mahasiswa, Pengangguran dan sudah kerja tapi gaji anda sedikit, nah inilah saatnya, kalian memulai bisnis travel.
keuntungan manjadi agen travel di tempat kami ialah
1. Nama Travel tentuin sendiri suka hati anda nentuain namanya
2. Daftar langsung bisa jualan
3. Dapat jual tiket dalam dan luar negri
4. Tiket kereta API juga bisa dijual
5. Berlaku seumur hidup
6. Tanpa target penjualan
7. Tanpa ada setoran tiap bulannya bebas
8. Keuntungan yang melimpah

Nah mudahkan, setelah mendaftar tenang aja akan di ajarin smpai bisa, dpat buku ptunjuk penjualan, dan vidio cara mudah menjual tiketnya. tunggu apalagi!! mari bergabung dan jangan sampai terkena sindrom travel ya.
untuk info lebih lanjut tuh lihat diatas . dibrosurnya !!

dan kalau anda ragu silahkan dikunjungi Instagram Testimonial kami di.
Travel.cancu ok.

Wednesday, 4 May 2016

Hasil Diskusi ANTIKANKER

Laporan lagi untuk teman-teman farmasi.
sebenarnya laporan ini sudah lama sih tapi karna lagi sibuk kuliah ngak sempat di uplod nah berhubungan lab udah pada banyak yang kelarjadi admin kasih lagi nih.

HASIL DISKUSI


1.  Jelaskan pengertian dari kanker dan tumor, dan apa sifat umum dari kanker ?
Jawab:
a. Kanker
·      Menurut buku Obat - Obat Penting : 208
Kanker atau karsinoma (Yun.karkinos = kepiting) adalah pembentukan jaringan baru yang abnormal dan bersifat ganas (maligne).
·      Menurut buku Farmakologi dan Terapi : 732
Kanker ialah suatu penyakit sel dengan cirri gangguan atau kegagalan mekanisme pengatur multiplikasi dan fungsi homeostatis lainnya pada organisme multiseluler.
·      Menurut buku  Farmakologi Dasar dan Klinik :1073
Kanker adalah suatu penyakit yang ditandai oleh hilangnya mekanisme control normal yang mengatur kesintasan, proliferasi, dan diferensiasi sel.
b. Tumor
·      Menurut buku obat-obat penting halaman 208:
Akibatnya pembengkakan atau benjolan yang disebut tumor atau neoplasma (Lat. neo= baru, plasma=bentukan).


·      Menurut buku Saku Patofisiologi : 66
Kanker adalah pertumbuhan sel abnormal yang cenderung menyerang jaringan di sekitarnya dan menyebar ke organ tubuh lain yang letaknya jauh. Kanker terjadi karena proliferasi sel tak terkontrol yang terjadi tanpa batas dan tanpa tujuan bagi pejamu.
Sifat umum kanker                           
·      Menurut buku Farmakologi dan Terapi : 732
Sifat umum dari kanker ialah sebagai berikut:
1.    Pertumbuhan berlebihan umumnya berbentuk tumor,
2.    Gangguan diferensiasi sel dari sel dan jaringan sehingga mirip jaringan mudigah
3.    Bersifat invasive, mampu tumbuh dijaringan sekitarnya (perbedaan pokok dengan jaringan normal),
4.    Bersifat metastatic, menyebar ke tempat lain dan menyebabkan pertumbuhan baru,
5.    Memiliki hereditas bawaan (acquired heredity) yaitu turunan sel kanker juga dapat menimbulkan kanker, dan
6.    Pergeseran metabolism kea rah pembentukan makromolekul dari nukleosida dan asam amino serta peningkatan katabolisme karbohidrat untuk energy sel.
KESIMPULAN:
Pengertian
Kanker adalah pembelahan atau pertumbuhan sel yang abnormal juga dapat meyerang jaringan disekitarnya yang disebabkan hilangnya mekanisme control normal yang mengatur kesintasan, proliferasi, dan diferensiasi sel..”
Perbedaan
“Perbedaan dari kanker dan tumor yaitu kanker memiliki sifat menginvasi jaringan disekitarnya selain itu kanker juga tidak dapat terkontrol pembelahannya sehingga dapat mempercepat pertumbuhan sel – sel kanker baru, sedangkan tumor terbagi dua yaitu neoplasma jinak dan neoplasma ganas, sebelum terjadinya neoplasma jinak dan ganas sel terlebih dahulu mendapatkan agen perusak seperti, radiasi, virus, dan agen kimia. Neoplasma jinak dapat dikendalikan atau dapat dihilangkan karena sifatnya yang local dan tidak terlalu cepat pembelahannya sedangkan neoplasma ganas adalah cikal bakal terbentuknya sel kanker dikarenakan tidak berfungsinya agen-agen pengatur seperti poptosis dan lain sebagainya yang akan menyebabkan tidak terkontrolnya neoplasma sehingga membentuk neoplasma ganas.”
Sifat umum kanker
Sifat umum dari kanker ialah sebagai berikut:
1.    Pertumbuhan berlebihan umumnya berbentuk tumor,
2.    Gangguan diferensiasi sel dari sel dan jaringan sehingga mirip jaringan mudigah
3.    Bersifat invasive, mampu tumbuh dijaringan sekitarnya (perbedaan pokok dengan jaringan normal),
4.    Bersifat metastatic, menyebar ke tempat lain dan menyebabkan pertumbuhan baru,
5.    Memiliki hereditas bawaan (acquired heredity) yaitu turunan sel kanker juga dapat menimbulkan kanker, dan
6.    Pergeseran metabolism kea rah pembentukan makromolekul dari nukleosida dan asam amino serta peningkatan katabolisme karbohidrat untuk energi sel.
2.  Jelaskan siklus sel normal !
Jawab:
·      Menurut buku Farmakologi dan Terapi : 736


                                                                        

 




KESIMPULAN:
            “Siklus sel normal sebenarnya berputar-putar yakni dimulai dengan fase 0 sebenarnya fase 0 ini biasanya disebut dengan fase istirahat, dikarenakan fase 0 adalah fase yang berada setelah fase mitosis pembelahan sel dari fase 0 lanjut ke fase pascamitosis adlaah fase dimana semua akan dimulai ulang dari awal lagi, fase mitosis akan berlanjut ke fase sintesis sebelum masuk ke dlaam fase sintesis terlebih dahulu dilakukan checkpoint pertama dimana kelangkapan sebelum disentesisnya dicek semua, pramitosis adalah fase setelah fase sisntesis, fase ini disebut pra segala kebutuhan untuk membuat sel baru disiapkan disini setelah semuanya siap maka dilakukan pengecekan kedua atau disebut checkpoint kedua disini semua kelengkapan dari penyusun sel dicek dan akan dipilah mana yang bias dan tidak bias setelah itu masuklah ke fase mitosis atau fase pembelahan sel yang akan mengahasilkan sel baru atau membelah menjadi dua sel baru. .”


3.  Jelaskan siklus sel normal menjadi sel kanker !
Jawab:
·     
SEL NORMAL
Menurut buku Patofisiologi Konsep Klinis, Proses – Proses Penyakit : 151



 

KESIMPULAN:
Mulanya sel normal biasa saja tidak terjadi perubahan tetapi seiring terjadinya pengrusakan oleh agen perusak yakni, pengeruh agen kimia, radiasi, dan virus terkadang juga ada yang mengatakan hormone yang berlebihan juga dapat mempengaruhi, selnormal akan mengalami kerusakan dan ketika sel rusak terjadi respon untuk diperbaiki namun etika sel rusak tadi tidak dapat diperbaiki nah inilah fase awal yang akan menyebabkan berkembangnnya sel kanker, kerusakan pada sel jelas juga merusak DNA yang ada didalamnnya sehingga ketika DNA dalam sel rusak maka terjadilah mutasi dalam genom sel  somatic dimana ketika terjadinya mutasi gen akan menyebabkan 3 kejadian yakni, onkogen akan aktif dan dimana fungsi dari onkagen ini ialah untuk mempercepat proses pertumbuhan sel, sehingga ketika onkogen ini diaktifkan maka otomatis sel kanker yang tadi akan di push perkembangannya sehingga cepat membelah dan tak terkendali, kejadian kedua yakni, mengganti sel yang mengatur seperti apoptosis pengatur ketika fungsi dari apoptosis ini diganti maka akan menyebabkan terjadinya ketidak beradaannya apoptosis atau pengatur yang akan membunuh sel secara terprogram ketika sel tersebut rusak tau telah terinfeksi, ketika apoptosis digantikan fungsinya maka sel kanker akan cepat berkembang dikarenakan tidak adanya pengatur pembelahan sel tadi yaitu apoptosis. Dan terakhir kejadian ketiga yakni, menonaktfikan gen supresor kanker, dimana ketika gen supresor kanker diaktifkan artinya pembelahn sel kanker akan ditunjang oleh aktifnya gen supresor kanker. Setelah itu terjadilah Perluasan salinan, Mutasi tambahan (progresif), Heterogeniti yang akan menimbulkan neoplasma ganas atau cikal bakalnya sel kanker.
4.  Jelaskan mekanisme kerja dari penggolongan obat antimetabolit, antibiotik dan agen alkilasi !
Jawab:
·      Menurut buku Farmakologi Ulasan Bergambar : 550 – 563
A.  Antimetabolit
Antimetabolit terkait secara struktural dengan  senyawa normal yang ada dalam sel . Antimetabolit umumnya mengangganggu availabilitas  prekusor nukleotida purin atau pirimidin normal, entah dengan menghambat sintesisnya atau berkompotisi dengan  prekusor tersebut dalam sintesis DNA atau RNA efek sitotoksik maksimal lainya berada dalam spesifik –fase –S ( sehingga spesifik siklus- sel).
a.  Methotrexate
Mekanisme kerjanya:  Folid acid yang di peroleh dari sumber makan atau yang di hasilkan oleh flora usus.Folid acid mengalami reduksi menjadi bentuk tetrahydrofolate melalui suatu reaksi yang di katalisasi oleh DHFR tergantung- fosfat dinukleotia  nikotinamida – adenine intra seluler.Inhibisi DHFR hanya dapat di kembalikan oleh kelebihan substrat alami,dihydrofolate sebanyak 1000 kali lipat  atau dengan pemberian leucorovin , yang memberikan jalan pintas bagi enzin yang di hambat dan mengisi kolam folate.
b.  6- Mercaptopurine
Mekanisme kerjanyan :
§  pembentukn nukleotida : untuk mengelurkan efek anti leukimiknya , 6 mp harus menbembus sel target  dan di ubah menjadi analog nukleotida,selain itu ribose fosfat di katalisis oleh enzim pada jalur penyelamatan , yaitu hypoxanthige –guanine phosphoribosyl transferase.
§  Inhibisi sintesis purine : sejumlah proses metabolic yang melibatkan interkonversi dan biosintesis purine di pengaruhi oleh analog nukleotida, TIMP seperti adenosin monofosfat  (AMP), guanosin monofosfat (GMP), dan inosin monofosfat (IMP), TIMP dapat menghambat langkah pertama biosintesis cincin purinbe de novo. TIMP jug menghambat pembentukan AMP dan xanthinuric acid dari inosinic acid.
§  Penyatuan dalam asam nukleat : TIMP diubah menjadi tioguanin monofosfat (TGMP), yang sesudah forforilasi menjadi di- dan tri-fosfat dapat disatukan dalam RNA. Analog deoksirubonukleotida yang juga terbentuk disatukan dalam DNA. Hal ini menghasilkan RNA dan DNA nonfungsional (tidak berfungsi).
c.   5- Fluorouracil
5-Fluorourasil ( 5- FU ) suatu analog pirimidin , mempunyai atom fluorine yang stabil sebagai pengganti atom hidrogen pada posisi  5 cincin urasil.fluorine mengganggu konversi deoxyuridylic acid menjadi thymidylic acid sehingga menghilangakt sel timidin , salah satu prekusor penting untuk sintesis DNA. 5- FU terutama di gunakan dalam pengobatan tumor padat yang tumbuh lambat ( missal, karsinoma kolorektal, payudara,ovarium,pankreas, dan labung),
Mekanisme kerjanya: 5_FU tidak memiliki aktifitas anti neoplastik, obat ini memasuki sel melalui sistem transport yang di perentarai – pengangkut dan diubah menjadi deoksinukleotida yang sesuai (5-flurodeoxyuridine monophosphate ( 5- FDUMP).
B.  Antibiotika
Kerja sitotoksik antibiotika anti tumor di sebabkan oleh interaksinya dengan DNA, menyebabkan gangguan pada fungsi DNA. Selain interkalasi , kemampuan antibiotioka  antitumor untuk menghambat topoisomerase (I dan II) dan menghasilkan radiakl bebeas juga berperan penting dalam efek sitotoksiknya. Antibiotika ini bersifat nonspesifik siklus sel.
a.  Dactinomycin
Mekanisme kerjanya: obat berinteraksi memasuki celah  kecil heliks ganda diantara pasangan basa DNA guanine sitotosin sehingga membentuk kompleks  dactinomycin- DNA yang stabil  kompleks tersebut terutama mengganggu RNA polimerase teregantung DNA; walaupun pada dosis yang tinggi , dactinomycin juga menghalangi sintesis DNA. Obat ini juga menyebabkan pemecahan untai tunggal , kemungkinan kerjanya pada topoisomerase II atau melalui pembentukan radikal bebas.
C. Agen alkilasi
Agen penglkilasi mengeluarkan efek sitotoksiknya melalui pengikatan secara kovalen dengan kelompok nukleofilik pada berbagai komponen sel. Alkilasi DNA mungkin merupakan reaksi sitotoksik yang penting sekali yang bersifat letal bagi sel-sel tumor. Agen pengalkilasi tidak membedakan antara sel-sel yang bersiklus dan beristirahat, tetapi agen ini paling toksis bagi sel-sel yang membelah seacra cepat. Agen ini digunakan dalam kombinasi dengan agen lainnya untuk menangani berbagai kanker limfatik dan padat. Selain bersifat sitotoksik, semua agen bersifat mutagenic dan karsinogenik, serta menimbulkan keganasan sekunder, seperti leukemia.

KESIMPULAN:
Obat antikanker terdiri atas ebebrapa golongan, diantaranya yaitu:
a.  Antimetabolit
Mekanisme terutama menghambat proses sintesis DNA
b.  Antibiotik
Mekanisme bekerja juga mengambat proses pada sintesis DNA terkhusus pada Topoisomerase I dan Topeisomerase II.
c.   Alkilator
Saat obat menimbulkan efek sitoktoksik yang langsung menyerang atau membunuh sel kanker meskipun tidak semuanya.
5.  Jelaskan mekanisme kerja dari penggolongan obat penghambat mikrotubul, hormone steroid dan antagosnya serta antibody monoclonal!
Jawab:
·      Menurut buku falmakologi ulasan bergambar halaman 567-574:
A.  Penghambat Mikrotubulus
Gelendong mitotik adalah bagian dari tulang rangka intraseluler yang lebih besar dan penting bagi pergerakan struktur dalam sitoplasma pada seluruh sel eukariotik. Gelendongan mitotic terdiri dari kromatin dan system mikrotubulus yang terdiri dari protein tubulin. Gelendongan mitotik penting untuk membagi DNA secara rata menjadi dua sel anak yang dibentuk ketika suatu sel eukariotik yang digunakan sebagai obat antikanker, mengganggu proses ini dengan memengaruhi keseimbangan antara bentuki polimerisasi dan depolimerisasi mikrotubulus sehingga menyebabkan sitotoksisitas.
B.  Hormon steroid dan antagonisnya
Tumor sensitive – hormone steroid dapat bersifat entah 1) responsif terhadap hormon spesifik; entah 2) bergantung pada hormon, yang penghilangan rangsanga oleh hormon menyebabkan regresi tumor; atau 3) keduanya.
C. Antibodi Monoklonal
Antibodi monoclonal telah menjadi area perkembangan obat yang aktif untuk terapi antikanker dan penyakit nonneoplastik lainnya karena antibody ini ditunjukkan pada target spesifik dan sering memiliki efek samping yang lebih kecil. Antibody ini dibuat dari limfosit B yang disatukan dengan limfosit B “immortal” sel tumor. Sel hybrid yang dihasilkan dapat diduplikatkat secara individual dan setiap duplikat akan menghasilkan antibody yang ditunjukkan melawan satu tipe antigen.
KESIMPULAN:
a.   Penghambat mikrotubulus
Obat golongan ini bekerja pada fase mitosis. Gelendong mitotik yang sangat penting yang memisahkan DNA menjadi dua sel. Pada saat penggunaan sel eukaritotik sebagai sel kanker yang dapat mempengaruhi ketidak seimbangannya DNA dikedua belah pihak.


b.   Hormon steroid dan antagonisnya
Hormon steroid berpengaruh pada proses pembelahan sel kelebihan hormone juga dapat mempengaruhi terjadinya kerusakn pada sel tersebut sehingga dapat membentuk neoplasma ganas, untuk megantisipasi kelabihan hormone tersebut maka digunakanlah obat hormone dan antagonisnya.
c.   Antibodi monoklonal
Antibody monoclonal sangat penting karena antibody ini berperan spesifik dan terkenal dengan efek yang rendah sehingga penggunaanya dapat dilakukan dengan efek yang baik dengan resiko yang minimalis.













DAFTAR PUSTAKA
Harvey, Richard A., & Champe, Pamela C. 2013., Farmakologi Ulasan Bergambar., EGC, Jakarta.
Corwin, Elizabeth J., 2009., Buku Saku Patofisiologi. EGC, Jakarta.
Gunawan, S.G., Farmakologi dan Terapi.,UI Press, Jakarta.
Katzung, Bertram G., 2013., Farmakologi Dasar dan Klinik Vol 2., EGC, Jakarta.
Price, Sylvia A. & Wilson, Lorraine M., 2006., Patofisiologi Konsep Klinis Proses – Proses Penyakit., EGC, Jakarta.
Tjay, Tan Hoan & Kirana Rahardja., 2007., Obat-Obat Penting., PT Elex Media Komputindo, Jakarta.